Rumah Belajar dalam Inovasi Pembelajaran | Vlog PembaTIK Level IV

Selama hampir delapan bulan pelaksanaan Belajar dari Rumah (BDR), telah banyak evaluasi yang dilakukan demi perbaikan kualitas pembelajaran jarak jauh. Hasil survei oleh UNICEF pada 18-19 Mei 2020 dan 5-8 Juni 2020 menunjukkan bahwa sebanyak 66 persen dari 60 juta peserta didik di Indonesia mengaku tidak nyaman belajar dari rumah. Beberapa tantangan yang dihadapi adalah:

  1. Peserta didik menyatakan merasa kurang memperoleh bimbingan dari guru selama Belajar dari Rumah. Hal ini menunjukkan peserta didik masih tergantung kepada guru sebagai satu-satunya sumber belajar.​
  2. Sebagian besar orang tua belum siap menjadi ‘pendidik’ bagi anak-anaknya.​ Fenomena ini banyak terlihat pada media sosial. Salah satunya yang viral adalah vidio "Tuh kan, hilang otaknya"
  3. Survei KPAI:  peserta didik menyatakan tidak ada interaksi selama pembelajaran, kecuali memberi dan menagih tugas​

Mengatasi hal tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kemendikbud No. 15 tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar dari Rumah dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19 telah merekomendasikan Rumah Belajar sebagai salah satu sumber dan media pembelajaran yang dapat dimanfaatkan oleh peserta didik, pendidik, orang tua peserta didik, dan masyarakat untuk Belajar dari Rumah.​ 

Nah, bagaimana penggunaan Portal Rumah Belajar untuk kegiatan belajar dari rumah? Dalam vlog ini saya menyampaikan salah satu alternatif penggunaan Portal Rumah Belajar untuk kegiatan Belajar Dari Rumah agar kegiatan pembelajaran tidak menjemukan bagi siswa. Selamat menyaksikan, semoga bermanfaat :)

 


Referensi:

Panduan Belajar dari Rumah dengan memanfaatkan Rumah Belajar

Panduan Penerapan Model Pembelajaran Inovatif dalam BDR yang Memanfaatkan Rumah Belajar


Comments